Site Loader


                Kalimat seperti judul di atas sudah sering terdengar di telinga masyarakat. Apalagi dihadapkan dengan kondisi sekarang ketika harga rumah menjulang tinggi, tunjangan BPJS meningkat, dan segala macam item di daftar harga yang tidak akan pernah habis.

Percaya atau tidak, kesenjangan antara penduduk kaya dan penduduk miskin semakin terlihat nyata. Kenapa istilah “yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin” bisa muncul?

Itu disebabkan karena kebanyakan orang kaya mempunyai prinsip hidup yang berbunyi, “Menggaji diri sendiri dulu adalah kuncinya”. Mereka sering dan bahakn rutin menyisihkan 10% hingga 20% penghasilan mereka dan hal tersebut menjadi prioritas utama ketika mereka menerima penghasilan sebelum mereka mulai membayar tagihan atau kebutuhan pokok lainnya.

Hal lain yang dilakukan setelah tabungan mereka mulai bertumbuh yaitu mereka langsung inisiatif melakukan investasi di berbagai instrumen investasi seperti properti, saham, bisnis dengan peta keuangan yang matang dan strategi yang pintar demi menggandakan aset mereka.

Sedangkan yang mengalami “yang miskin semakin miskin” biasanya karena mereka kurang mengerti cara mengatur keuangan dan melacak aliran uang yang keluar. Meskipun mereka sudah berusaha bekerja banting tulang, mahir dalam pekerjaannya, dan punya potensi besar untuk sukses. Setelah mendapat penghasilan, mereka langsung menghabiskan uang dengan belanja ini dan itu, menggunakan kartu kredit  sesuka hati, dan mengeluarkan uang yang mereka “anggap remeh”.

Lalu pada akhirnya mereka itu yang mengeluh dan menyesal.  

Sebenarnya, tidak ada yang namanya “Yah, miskin dan kaya itu sudah takdir”. Well, iya benar jika rejeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tapi kita juga harus menjauhkan mindset yang Cuma berharap rejeki akan berjalan sendiri ke kita hanya karena kita sudah “menderita” tanpa diiringi dengan mindset yang benar dan planning yang smart.

Minset yang benar adalah selalu menyisihkan penghasilannya untuk investasi. Produktivitas keuangan bisa ditingkatkan dengan cara memasukkan uang ke dalam kanal yang lebih produktif seperi instrumen-instrumen investasi. Investasi properti bisa menjadi pilihanmu untuk return yang besar dan risiko yang terukur.

Jangan takut dengan modal investasi properti yang besar, sekarang investasi properti dapat lebih mudah dijangkau dengan pesatnya perkembangan teknologi. Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang dikembangkan oleh Startup Propertree.id menyederhanakan konsep investasi properti yang dapat dimulai dari angka Rp.500.000. Platform seperti ini sangat berguna untuk mencapai tujuan keuanganmu tahun depan. Karena dengan modal seperti itu, kamu akan mendapatkan return dari bagi hasil sebesar 8%-20% setiap tahunnya.

Jangan menunggu untuk memulai langkah pertamamu! Ayo mulai investasi!

Photo by Jusdevoyage on Unsplash

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *