Site Loader

Menurut data dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) sebanyak 60 persen penduduk Indonesia merupakan masyarakat usia produktif dengan rentang usia 15-64 tahun. Sementara jumlah generasi milenial dalam rentang usia 22 hingga 37 tahun ada sekitar 90 juta jiwa atau sebesar 34,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Generasi Milenial atau biasa dikenal dengan generasi Y dianggap menjadi generasi yang paling cepat dan tanggap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Hal ini menjadikan Milenial berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi X. Perbedaan tersebut memperkuat opini mengenai net generation semakin cocok disematkan pada generasi ini.

ARC (Alvara Research Center) melakukan survei dan menemukan adanya beberapa perilaku yang timbul pada milenial di Indonesia. Dari 1.200 hingga 1.800 responden berusia 17 tahun hingga 65 tahun, ditemukan perilaku antara lain candunya terhadap internet, cuek terhadap politik, bekerja dengan cepat dan cerdas, dan juga gemar berbagi.

Temuan tersebut berpengaruh pada hal prioritas dalam hidup milenial, salah satunya karier. Milenial dikenal dengan pola hidup yang praktis dan modern. Mereka lebih memilih profesi yang tidak terikat pada jam kerja seperti generasi sebelumnya. Generasi ini memiliki kesempatan besar untuk meniti karier di berbagai bidang pekerjaan yang lebih inovatif. Tidak hanya menantang untuk berpikir lebih kreatif, sebagian jenis pekerjaan yang cocok untuk milenial juga menjanjikan penghasilan yang cukup besar.

Milenial sendiri memiliki daya beli yang cukup baik, namun sering kali dihabiskan untuk hal di luar properti. Gadget dan travelling menjadi hal utama bagi mereka sehingga berdampak pada kurangnya minat untuk membeli rumah. Sebenarnya dalam rangka mempermudah milenial untuk membeli rumah, pemerintah membuat kebijakan yaitu Tabungan Perumahan Rakyat atau disingkat Tapera. Tapera ini dibuat demi menumbuhkan minat masyarakat untuk menabung membeli rumah dengan sistem memotong dana dari tabungan seperti asuransi.

Sayangnya, Tapera dikhawatirkan akan menjadi kebijakan kontradiksi antara Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR RI) dengan Kementrian Pariwisata yang sedang gencar memajukan sektor pariwisata.

Demi menopang gaya hidup yang cenderung konsumtif, milenial menyukai kemudahan mendapat passive income dari investasi. Hubungan teknologi di zaman ini dengan permasalahan ekonomi, membuat anak bangsa berinovasi untuk mencari jalan keluar. Salah satunya dengan membangun perusahaan di bidang ini, Propertree.

Propertree adalah Startup Fintech Company terkemuka di Indonesia yang menawarkan investasi dalam bidang properti. Properti adalah bidang investasi yang tidak memiliki nilai deflasi alias penurunan harga, serta aman dan nyaman.

Untuk itu lah Propertree hadir dengan segala keuntungannya. Selain risiko bisnis yang terukur, Propertree juga didukung oleh tim yang sudah berpengalaman di bidangnya dan selalu mengedepankan hasil yang optimum bagi para investornya.

Nominal investasi yang ditawarkan Propertree pun terjangkau dengan daya return yang menjanjikan. Propertree memiliki penilaian tersendiri terhadap pemilihan proyek yang akan didanai sehingga memperkuat keyakinan para investor untuk bersedia menanamkan modalnya. Bahkan nilai investasi akan meningkat pesat seiring berjalannya waktu karena saat ini kebutuhan masyarakat akan papan sudah semakin banyak. Sektor ini diyakini akan menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi di masa depan nanti.

Dengan bantuan dari passive income tersebut kini milenial dapat memiliki tabungan jangka panjang dalam bentuk investasi yang dapat dipergunakan untuk membeli aset atau tempat tinggal yang nyaman. Ditambah lagi dengan jenjang karier cenderung membutuhkan waktu yang panjang, kamu sebagai milenial tidak perlu takut atau kecewa jika dianggap tidak dapat membeli rumah, karena di masa modern seperti sekarang ini  ada fintech investasi yang mampu membantu kamu dalam mempersiapkan dana untuk membeli rumah seperti Propertree.

Sumber referensi :

https://finance.detik.com/properti/d-4338953/benarkah-milenial-perlu-subsidi-biar-bisa-beli-rumah

https://finance.detik.com/properti/d-4338953/benarkah-milenial-perlu-subsidi-biar-bisa-beli-rumahhttps://properti.kompas.com/read/2018/12/12/103650421/milenial-yang-menjual

Photo by HiveBoxx on Unsplash

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *