Site Loader

Perkembangan industri financial technology (fintech/fintek) dewasa ini sudah mencapai tahap mature, yang artinya industri ini sudah melampaui tahap introduksi dan sudah dapat diterima oleh masyarakat luas. Menyasar kepada generasi melek teknologi, perkembangan fintek tak luput dari perkembangan internet dan proses kegiatan yang terdigitalisasi, dengan didukung fakta bahwa lebih dari 50 persen penduduk Indonesia atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017.1 (Data APJII)

Fintek menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang menginginkan kemudahan dan kepraktisan dalam berbagai hal di kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri, kehadiran fintek juga dipercaya sebagai sebuah batu meteor yang menghantam pola konvensional yang selama ini berlaku, mengubah pola tersebut menjadi sebuah sistem, hingga menjadi sebuah jawaban dari keinginan masyarakat untuk menikmati inklusivitas ekonomi yang lebih global.

Sesuai namanya, fintek, yang bermuara dari financial (keuangan) dan technology (teknologi), ikut menikmati gelombang perubahan digital ini, terutama dalam sektor keuangan. Secara umum fintek termasuk di dalamnya penyimpanan data keuangan, pola pembayaran, tata cara investasi, dan segala turunannya. Sering disebut sebagai bank digital, fintek menjanjikan sistem yang aman, reliable, dan tentunya selaras dengan peraturan yang berlaku di negara hukum Indonesia.

Salah satu fintek yang turut berkiprah dalam gelombang digitalisasi ini adalah Propertree (PT Propertree Investa Cendekia), yang didapuk sebagai pelopor fintek berbasis investasi properti yang aman dan menguntungkan. Melalui basis bisnis yang mencakup tidak hanya pola investasi dengan return yang kompetitif, Propertree juga dilengkapi dengan controller yang merupakan kedua anak perusahaannya (Propertree Land sebagai developer in-house dan Propertree Construction sebagai kontraktor utama) sehingga produk investasinya terukur dengan sangat aman.

Kehadiran Propertree dalam dunia digital Indonesia, tentunya sesuai dengan visi dari Propertree, yaitu Scalable, yang artinya sebagai startup berbasis investasi properti, Propertree mendukung program inklusivitas ekonomi dan konsep tumbuh bersama sebagai landasan utama. Propertree turut menggandeng mitra developer dan kontraktor lokal untuk dapat mengembangkan usahanya melalui skema pendanaan yang tersistem dengan baik, serta mengajak mesyarakat melalui edukasi untuk melek terhadap investasi sehingga akan lebih banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam konsep inklusif tersebut.

Visi berikutnya dari Propertree adalah Impactful yang berarti berdampak. Propertree sebagai fintek properti harus mampu memberikan dampak secara aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia secara makro. Dampak ini bisa dirasakan dengan turut serta mendukung program pemerintah dalam mengentaskan backlog pembangunan rumah yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja ini tidak luput dari peran serta masyarakat investor yang lebih giat mencari informasi dan memahami sepenuhnya manfaat dari investasi yang dilakukan.

Visi Profitable yang dapat diartikan secara lebih luas dengan melihat dari berbagai sudut pandang, dengan win-win-win solution bagi seluruh stakeholder Propertree. Dengan konsep bertumbuh bersama, seluruh pihak yang tergabung dalam alur investasi Propertree akan mengusung bisnis secara berjamaah, artinya keuntungan yang didapat akan menjadi lebih optimal karena masing-masing pihak sudah melakukan identifikasi risiko dan meminimalisasi hal tersebut.

Propertree memiliki visi besar ke depannya dapat menjadi perusahaan one-stop solution terkemuka Indonesia yang unggul dalam bidang investasi properti dengan memberikan nilai tambah ekonomi (value added) melalui investasi berkelanjutan (sustainable growth) sehingga dapat menciptakan produk-produk properti yang berkualitas tinggi (market oriented) serta mampu tumbuh besar bersama para segenap stakeholders (growth together).

Photo by Yang Deng on Unsplash

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *