Site Loader

Industri properti tanah air memerlukan terobosan dan inovasi untuk dapat mengatasi permasalahan backlog rumah di Indonesia yang kian memprihatinkan. Hal ini menandakan kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan harus semakin kecil selisihnya. Realitanya saat ini nominalnya masih menyentuh angka 11,6 juta, angka yang cukup fantastis bukan?

Pemerintah pun bukan tanpa solusi, sejak 2015 lalu, pemerintah melalui kementerian PUPR mencanangkan program satu juta rumah per tahun, walaupun dalam realisasinya masih dibawah target yang ditetapkan. Kemudahan iklim investasi di daerah serta dukungan birokrasi (perizinan dan stimulus) dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, menjadi syarat mutlak untuk mempercepat proses pembangunan.

Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia digital dan teknologi, permasalahan backlog perumahan harus dapat diatasi dengan cara-cara yang tidak biasa (anorganic ways). Untuk itu, kami mendirikan sebuah platform investasi dengan visi dan mimpi  besar. Kami hadir untuk dapat memberikan solusi dan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Kami memiliki tiga prinsip dasar dalam menjalankan suatu usaha rintisan di mana tiga hal ini harus dapat dieksekusi dengan sangat baik dan matang, pertama scalable, sebuah perusahaan rintisan harus mampu membuat pertumbuhan skala usaha yang dapat diperbesar (easy to raise), kedua impactful, dimana usaha rintisan selain dapat tumbuh besar dengan cepat harus mampu berdampak bagi lingkungan sosialnya, artinya aktivitas yang ia jalankan memberikan nilai tambah ekonomi (value added), dan ketiga yaitu profitable, tentu usaha rintisan harus mampu memberikan keuntungan bagi segenap stakeholders-nya agar bisnis yang dijalankan mampu sustainable (berkelanjutan) dalam jangka panjang.

Kami (PT. Propertree Investa Cendekia), propertree.id berkomitmen dan bersungguh-sungguh untuk dapat memberikan solusi serta kontribusi untuk mengatasi permasalahan backlog perumahan dengan investasi berbasis aset properti dan turunannya. Para founder dan co-founders sepakat bahwa apa yang kami kerjakan di Propertree adalah sebuah long term legacy untuk membuat investasi yang memberikan manfaat seluas-luasnya (baik bagi investor, masyarakat, pemerintah, serta para pelaku bisnis properti itu sendiri).

Keamanan pada setiap aktivitas investasi serta prinsip kehati-hatian menjadi nilai luhur kami. Data LPS per Februari 2018 menyebutkan bahwa terdapat sekitar 250 juta rekening yang ada di perbankan dengan total dana terparkir mencapai Rp5.334 Triliun. Untuk itu, kami menargetkan dana kelolaan mencapaiRp 1T dalam 3-5 tahun kedepan untuk dapat berkontribusi pada sektor properti. Angka tersebut kurang dari 1% dari total dana yang ada di perbankan saat ini.

Saat ini kami mempermudah para investor ritel dan institusi dalam mencari proyek strategis dan menguntungkan untuk didanai, dimana proyek-proyek tersebut sudah melaui skoring serta analisis yang matang dari tim kami terkait segala aspek bisnis, terutama risiko. Hal tersebut guna membuat kenyamanan serta menumbuhkan kepercayaan para investor untuk mempercayakan dananya untuk dikelola oleh Propertree.

Dengan semakin ketatnya persaingan di dunia fintech, kami harus memberikan warna yang berbeda pada industri ini. Untuk itu, kegiatan investasi dan aktivitas operasi harus berjalan berdampingan dan saling menguatkan karena ‘investment without operation is nothing’. Tentu dengan kekuatan ini, pertumbuhan perusahaan akan sangat kuat dari sisi fundamental. Oleh karena itu, kami menganalogikan Propertree akan kokoh seperti bola pejal bukan balon tiup.

Bantu kami untuk mewujudkan Propertree menjadi platform investasi terpercaya di Indonesia yang unggul dalam bidang properti untuk memberikan nilai tambah ekonomi melalui investasi berkelanjutan sehingga dapat menciptakan produk-produk properti yang berkualitas tinggi serta mampu tumbuh dan besar bersama para segenap stakeholders.

Photo by Bernard Hermant on Unsplash

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *