Site Loader
Apakah rumah tinggal termasuk aset investasi

                Dewasa kini, bahasan tentang perencanaan keuangan sudah sering kita dapatkan dimana-mana. Baik itu di kantor, aktivitas komunitas, makan malam bersama teman, hingga pada urusan rumah tangga. Kesadaran akan pengelolaan keuangan di masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya tawaran investasi, asuransi, maupun jasa pengelolaan keuangan. Teknologi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap fenomena tersebut.

                Salah satu instrumentasi yang sering dibicarakan adalah investasi properti. Yang termasuk investasi properti itu seperti rumah, tanah, apartemen, dan lain sebaginya. Akan tetapi, banyak orang yang sering kebingungan dan sering bertanya, rumah yang kita tinggali atau kendaraan yang kita miliki sekarang itu termasuk asset investasi atau bukan?

                Rumah tinggal dan kendaraan jelas adalah aset personal. Tapi apakah benar keduanya termasuk aset investasi? Baik mari kita bahas bersama.

                Dalam bahasan perencanaan dan pengelolaan keuangan, aset bisa dikategorikan dalam 3 kelompok:

  1. Aset Likuid
  2. Aset Investasi
  3. Aset Personal

Mari kita bahas satu-persatu. Aset likuid yaitu segala jenis aset yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk uang tunai. Yang termasuk aset likuid itu seperti kas personal, aset pasar uang, reksadana, piutang, dan lain sebagainya. Uang tunai menjadi kata kunci karena berupa aset legal yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli.

Sedangkan aset investasi yaitu segala macam aset yang kita miliki dan mempunya tujuan finansial tertentu, seperti keinginan untuk membeli rumah, membeli kendaraan, mengadakan pernikahan, biaya menunaikan ibadah haji, dan lain sebagainya. Segala jenis investasi bisa dimasukkan dalam aset iinvestasi, selama aset tersebut memiliki tujuan finansial.

Nah, jika kembali ke pertanyaan awal, apakah rumah tinggal termasuk jenis investasi? Jawabannya adalah bukan. Kenapa? Karena rumah tinggal ini kita gunakan untuk keperluan dan bukan untuk tujuan finansial tertentu.

Jadi kalau ada yang bilang rumah tinggal itu adalah satu-satunya aset investasi yang dia punya, sulit mengatur keuangan personalnya. Apakah setiap terjadi capital gain, rumah harus dijual? Maka kurang tepat jika mengatakan rumah tinggal disebut aset investasi.

Daripada menjadikan rumah tinggal sebagai aset investasi, mending investasi untuk beli rumah tambahan. Produktivitas keuangan bisa ditingkatkan dengan cara memasukkan uang ke dalam kanal yang lebih produktif seperi instrumen-instrumen investasi. Investasi properti bisa menjadi pilihanmu untuk return yang besar dan risiko yang terukur.

Jangan takut dengan modal investasi properti yang besar, sekarang investasi properti dapat lebih mudah dijangkau dengan pesatnya perkembangan teknologi. Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang dikembangkan oleh Startup Propertree.id menyederhanakan konsep investasi properti yang dapat dimulai dari angka Rp.500.000. Platform seperti ini sangat berguna untuk mencapai tujuan keuanganmu tahun depan. Karena dengan modal seperti itu, kamu akan mendapatkan return dari bagi hasil sebesar 8%-20% setiap tahunnya.

Jangan menunggu untuk memulai langkah pertamamu!

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *