Site Loader

Salah satu kekhawatiran para calon orang tua adalah biaya pendidikan anak yang kian mahal. Jangankan biaya pendidikan anak, masih banyak hal lain juga yang memberatkan ketika sudah dewasa, seperti biaya pernikahan dan biaya rumah. Biaya pernikahan dan biaya untuk membeli rumah saja membutuhkan dana yang sangat besar, apalagi ditambah kebutuhan lain untuk pendidikan anak.

Pendidikan bukan sesuatu yang bisa dikompromi. Semua orang tua menginginkan kesuksesan anaknya, salah satunya melalui pendidikan. Mencari uang untuk pendidikan anak adalah sesuatu yang mutlak bagi orang tua.

Mempersiapkan dana pendidikan anak untuk 10-20 tahun ke depan perlu perencanaan yang detail. Perencanaan yang detail ini diperlukan karena juga melawan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Kenaikan inflasi tiap tahunnya emang sedikit tidak terasa. Tapi jika diakumulasikan jadi belasan hingga puluhan tahun akan sangat terasa kenaikannya. Berikut cara untuk mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak.

1. Cari Informasi tentang Biaya Pendidikan

Pendidikan anak mulai yang terendah dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan Universitas. Tiap jenjang pendidikan memiliki anggaran biaya masing-masing. Semakin tinggi jenjang pendidikan anak semakin tinggi pula dana yang dibutuhkan.

Informasi biaya pendidikan sekarang juga pasti akan berbeda dengan 10-20 tahun ke depan. Hal itu terjadi karena terjadinya inflasi tiap tahun. Inflasi adalah fenomena meningkatnya harga secara umum yang terjadi terus menerus yang disebabkan oleh banyak faktor. Fenomena inflasi seringkali tidak disadari oleh para orangtua dalam menyiapkan anggaran pendidikan anak.

2. Susun Rencana Anggaran

Setalah mendapatkan angka yang ingin dicapai dan keadaan finansial sekarang, perencanaan dilakukan untuk menghitung seberapa besar uang yang harus dikumpulkan. Dalam fase ini, perencanaan harus detail untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari tahun pertama masuk sekolah hingga kelulusan di tiap jenjang, serta jangan lupa untuk memasukkan faktor inflasi.

Para orang tua bisa merancang rencana biaya pendidikan mengikuti formula berikut.

Taman kanak-kanak

– Biaya sekolah: Rp 500.000/ bulan x 24 bulan = Rp 12.000.000

– Biaya Seragam: Rp 200.000

– Biaya Kegiatan: Rp 1.000.000/ tahun x 2 tahun = Rp 2.000.000

Sekolah Dasar

– Biaya Masuk: Rp 6.000.000

– Biaya SPP: Rp 300.000/bulan x 72 bulan =Rp 21.600.000

Sekolah Menengah Pertama

-Biaya Masuk: Rp 8.000.000

– Biaya SPP: Rp 300.000/bulan x 36 bulan = Rp 10.800.000

Sekolah Menengah Atas

– Biaya Masuk: Rp 10.000.000

– Biaya SPP: Rp 600.000/bulan x 36 bulan = Rp 21.600.000

Kuliah di Universitas Negeri

-Biaya UKT: Rp 9.000.000/semester x 7 semester = Rp 63.000.000

Total biaya yang diperlukan adalah Rp 155.200.000

Ditambah dengan faktor inflasi kurang lebih sebesar 10% dengan rencana jatuh tempo 15 tahun, jumlah biaya yang diperlukan adalah Rp 648.000.000

3. Sisihkan Penghasilan Untuk Investasi

Tahap akhir dari persiapan biaya pendidikan ini adalah aksinya. Penyisihan penghasilan tiap bulannya dapat menjadi alternatif cara untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Pada tahap akhir ini, sangat perlu pemahaman terkait investasi yang cocok untuk tujuan biaya pendidikan anak.

Investasi dapat memberikan penghasilan tambahan untuk mencapai tujuan biaya pendidikan anak. Penghasilan tiap bulannya dapat disisihkan sebesar Rp 550.000 untuk diinvestasikan di Project Financing Propertree.id

Nominal investasi yang dimasukkan ke dalam setiap proyek properti yang berjumlah Rp 550.000 tiap bulannya bisa dilakukan. Akan terjadi pertumbuhan dana setelah dilakukan selama 2 tahun dengan return bagi hasil sebesar 20%. Jika sudah waktunya jatuh tempo, dana yang diinvestasikan berjumlah Rp 99.000.000, ditambah dengan return bagi hasil yang di dapatkan sekitar Rp 648.000.000.

Berinvestasi memang adalah cara yang sangat menguntungkan. Cara ini bisa digunakan untuk mempersiapkan pernikahan jika dimulai dari sekarang.

Selamat merencanakan!!

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *