Site Loader

Kebutuhan hunian rumah adalah kebutuhan primer yang dibutuhkan oleh semua orang. Dengan kebutuhan lain, rumah juga banyak digunakan oleh masyarakat sebagai passive income dalam investasi.

Biaya yang tidak sedikit untuk memiliki rumah merupakan problem yang masih menjadi momok bagi banyak orang. Solusi dari beberapa instansi keuangan agar masyarakat lebih mudah memiliki rumah yaitu dengan sistem kredit atau yang dikenal dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Dari kemudahan yang didapatkan oleh sistem KPR tersebut juga dapat membuat terlena oleh beberapa kesalahan yang sebenarnya bisa dhindari. Berikut adalah tips dalam membeli rumah agar tidak rugi.

1. Perhatikan Lingkungan Sekitar Rumah

Hal yang pertama dilakukan jika sedang memilih rumah yang ingin dibeli adalah survey ruamh dan lingkungannya. Biasanya jika sudah melihat poster dengan gambar rumah yang bagus dan harga yang murah.

Harga rumah yang lebih murah dari harga pasar justru perlu pengecekan berlebih. Bisa jadi ada hal-hal yang membuat harga rumah tersebut bisa lebih murah seperti lokasi yang rawan banjir, rawan terjadi kasus kriminal, akses transportasi, akses layanan kesehatan, dan sebagainya.

Dalam melakukan survey, coba tanya hal-hal detail kepada pihak marketing ataupun tetangga sekitar rumah. Hal tersebut dapat membantu mengurangi sesuatu yang buruk akan terjadi di kemudian hari.

2. Gunakan Tenor KPR Panjang

Mungkin beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan tenor KPR yang singkat agar cepat selesai pembayaran cicilan rumahnya dan bunga kredit juga lebih sedikit. Sebenarnya suku bunga kredit cicilan rumah lebih kecil dari nilai pertumbuhan harga rumah per tahunnya.

Dengan mengambil tenor kredit yang lebih singkat juga membutuhkan anggaran dana yang lebih besar dalam waktu yang singkat. Keadaan tersebut tidak baik untuk kondisi keuangan keluarga yang memiliki banyak kebutuhan lain seperti biaya pendidikan anak, biaya transportasi, dan biaya lainnya.

Pengambilan tenor KPR yang panjang akan memudahkan keluarga dalam mengatur pengeluarannya tiap bulan.

3. Siapkan Dana Darurat

Setelah mengajukan KPR, banyak orang biasanya terlena dengan menyiapkan anggaran biaya hanya untuk  membayar cicilan kredit rumah. Padahal banyak hal-hal tak terduga seperti biaya legal dan lainnya.

Dalam menyiapkan pembelian rumah, coba tanyakan lebih detail terkait biaya tambahan yang diperlukan selain biaya KPR rumah agar tidak gegabah dan kaget saat mau beli rumah.

Biaya tak terduga yang harus kamu bayar bisa kamu siapkan juga

4. Gunakan Asuransi Rumah

Asuransi rumah banyak disepelekan oleh pembeli rumah. Padahal asuransi ini sangat membantu jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada rumah seperti bencana banjir atau kebakaran rumah.

Biasanya dalam mempersiapkan kredit KPR, pihak penyedia sudah menawarkan fasilitas asuransi yang cocok untuk pembeli. Fasilitas asuransi ini sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya

5. Buat Perjanjian Tertulis

Jangan membuat perjanjian apapun dengan lisan. Perjanjian yang dilakukan tidak tertulis bisa jadi menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Kecil besarnya perjanjian harus ada hitam di atas putihnya.

Jika tidak ada perjanjian tertulis, pembeli bisa melakukan rekaman menggunakan smartphone untuk pembicaraan tentang kesepakatan tertentu. Tidak adanya bukti saat perjanjian lisan akan menyulitkan jika pembeli ingin menuntut sesuatu.

Tahap akhir dari persiapan biaya membeli rumah adalah aksinya. Penyisihan penghasilan tiap bulannya dapat menjadi alternatif cara untuk mempersiapkan biaya membeli rumah. Dalam mempersiapkan dana, sangat perlu pemahaman terkait investasi yang cocok untuk tujuan membeli rumah.

Investasi dapat memberikan penghasilan tambahan untuk mencapai tujuan membeli rumah. Penghasilan tiap bulannya dapat disisihkan minimal sebesar Rp 100.000 untuk diinvestasikan di Project Financing Propertree.id

Nominal investasi yang dimasukkan ke dalam setiap proyek properti yang berjumlah Rp 2.000.000 tiap bulannya bisa dilakukan. Akan terjadi pertumbuhan dana setelah dilakukan selama 2 tahun dengan return bagi hasil sebesar 20%. Jika sudah waktunya jatuh tempo, dana yang diinvestasikan berjumlah Rp 96.000.000, ditambah dengan return bagi hasil yang di dapatkan sekitar Rp 134.400.000.

Berinvestasi memang adalah cara yang sangat menguntungkan. Cara ini bisa digunakan untuk mempersiapkan pernikahan jika dimulai dari sekarang.

Selamat merencanakan!!

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *